Rabu, 11 Mei 2016

Kemah Pramuka SMK Teruna Jaya 2016



Dalam rangka memberi bekal  kepada siswa kelas 10 tentang kepramukaan, maka Gugus Pramuka SMK Teruna Jaya mengadakan kemah bhakti di bumi Perkemahan Klayar Kedungpoh Nglipar Gunungkidul. Kegiatan kemah dilaksanakan selama tiga hari yaitu Sabtu, Minggu dan Senin. Kegiatan kemah dilepas di halaman upacara pada hari Sabtu menuju bumi perkemahan dengan berjalan kaki. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mengenal lingkungan alam di wilayah Nglipar khususnya dan Gunungkidul pada umumnya. Sesampainya di bumi perkemahan siswa belajar mandiri dan berkelompok untuk mendirikan tenda kemudian dilanjutkan dengan kegiatan baris berbaris pada sore harinya. Selanjutnya pada malam hari diisi dengan hiburan organ tunggal yang menampilkan penyanyi dari bintang tamu, guru dan para siswa yang mendapat sambutan peserta kemah serta masyarakat di lingkungan bumi perkemahan. Hari kedua dilanjutkan kegiatan jelajah alam dimana siswa dilatih untuk mengenal lingkungan alam dari dekat sehingga bisa mensyukuri anugerah yang diberikalan oleh Allah SWT, kegiatan survival  yang artinya bertahan hidup. Sedang survival sendiri adalah suatu kondisi yang tidak menentu yang dihadapi oleh seorang atau sekelompok orang pada suatu daerah yang asing dan terisolir bagi orang/kelompok yang sedang mengalaminya. Keadaan tidak menentu (survival) ini bisa terjadi pada setiap orang yang tengah melakukan perjalanan, petualangan atau penjelajahan di alam bebas. Pengetahuan dan tehnik survival perlu difahami oleh setiap orang, khususnya para penggiat alam bebas/terbuka, hingga apabila suatu saat ia mengalami kondisi ini, paling tidak ia telah mempunyai gambaran serta tindakan apa saja yang harus dilakukannya. 

Kegiatan pada minggu sore yaitu kegiatan olahraga bolla volley yang mempertandingkan antar sangga putra dan putri yang bertujuan untuk menjalin keakraban antar peserta pramuka. Selanjutnya pada malam hari diadakan kegiatan api unngun dan riang ria untuk menampilan kreatifitas bagi peserta pramuka dalam bidang seni, dan bidang lainnya. Kemudian malam kedua ditutup dengan kegiatan renungan yang bertujuan :

  • Mendekatkan diri pada Allah SWT
  • Instropeksi terhadap diri sendiri atau kelompok.
  • Sarana evaluasi kegiatan yang telah dilahsanakan.
  • Bekal mental untuk menghadapi kegiatan/ masalah di masa depan.
  • Sarana pengingat untuk menelaah dan mengambil hikmah dari peristiwa besar yang menimpa lingkungan sekitar.

Kegiatan kemah bakti ditutup pada hari Senin dengan pembongkaran tenda, kebersihan lingkungan, upacara penutupan dan jabat tangan antar peserta kemah.

Senin, 25 April 2016

Peringatan Hari Kartini



https://picasaweb.google.com/117554167679181975724/6277316195919102721
Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat adalah nama lengkap beliau. Ia dilahirkan pada tanggal 21 April 1879 di Mayong, Jepara, Jawa Tengah. Ayahnya yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat merupakan seorang bupati Jepara. Kartini adalah keturunan ningrat. Hal ini bisa dilihat dari silsilah keluarganya. Kartini adalah putri dari istri pertama, tetapi bukan istri utama. Ibunya bernama M.A. Ngasirah, putri dari NyaiHaji Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur, Jepara. Dari sisi ayahnya, silsilah Kartini dapat dilacak hingga Hamengkubuwana VI. Garis keturunan Bupati Sosroningrat bahkan dapat ditilik kembali ke istana Kerajaan Majapahit. Semenjak Pangeran Dangirin menjadi bupati Surabaya pada abad ke-18, nenek moyang Sosroningrat mengisi banyak posisi penting di Pangreh Praja. Ayah Kartini pada mulanya adalah seorang wedana di Mayong. Peraturan kolonial waktu itu mengharuskan seorang bupati beristerikan seorang bangsawan. Karena M.A. Ngasirah bukanlah bangsawan tinggi, maka ayahnya menikah lagi dengan Raden Adjeng Woerjan (Moerjam), keturunan langsung Raja Madura. Setelah perkawinan itu, maka ayah Kartini diangkat menjadi bupati di Jepara menggantikan kedudukan ayah kandung R.A. Woerjan, R.A.A. Tjitrowikromo. https://id.wikipedia.org/wiki/Kartini



Dalam rangka memperingati hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2016 OSIS SMK Teruna Jaya mengadakan berbagai kegiatan. Kegiatan tersebut yaitu upacara yang diikuti oleh guru, karyawan dan siswa, berbagai lomba seperti keserasian busana, pidato bahasa jawa, tembang jawa, dan cerdas cermat bahasa jawa. Disamping itu sekolah juga memberikan hadiah  bagi para siswa yang beruntung.

Rabu, 02 Maret 2016

Uji Kompetensi Kejuruan



https://picasaweb.google.com/117554167679181975724/UjiKompetensi2016
Uji kompetensi merupakan evalusi hasil belajar siswa selama belajar dan bisa di jadikan sebagai alat ukur keberhasilan siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran di sebuah sekolah. Awalnya kegiatan uji kompetensi ini akan dilaksanakan sebelum Ujian Nasional. Uji kompetensi adalah suatu sarana untuk menguji kemampuan siswa apakah siswa ini kompeten atau tidak kompeten di dalam mata diklat yang telah diberikan.

Uji Kompetensi siswa SMK Teruna Jaya telah dilaksanakan pada bulan Februari 2016 yang diikuti oleh siswa program diklat Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Busana Butik dan Multi Media. Adapun asesor uji kompetensi selain melibatkan penguji interen juga melibatkan penguji ekstern dari dunia usaha / industri.

Jumat, 29 Januari 2016

Outboound

https://picasaweb.google.com/117554167679181975724/Outbond2016
Guna memberikan bekal kelas 12 dalam rangka menghadapi ujian akhir sekolah dan nasional siswa-siswa SMK Teruna Jaya Nglipar diberi materi outbound. Outbound dilaksanakan di halaman sekolah. Dengan outbound ini diharapkan siswa memiliki rasa percaya diri dan proaktif dalam menghadapi ujian akhir sekolah dan ujian nasional. SMK Teruna Jaya pada tahun palajaran 2015 / 2016 akan mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang diikuti oleh siswa jurusan Administrasi Perkantoran, Pemasaran, Busana Butik dan Multi Media.

Tujuan Outbound
Mengetahui dan memahami adanya  individu .
Mampu melakukan penilaian pada diri sendiri bahwa kekuatan diri ada pada tangan kita sendiri dan pada pilihan- pilihan kita.
Meningkatkan kepekaan  terhadap orang lain.
Meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian mengambil resiko
Meningkatkan ketrampilan komunikasi.
Mampu membuat perencanaan dengan pertimbangan resiko dan konsekuensinya.
Mampu membentuk tim yang efektif / kekompakan.
Meningkatkan kemampuan kepemimpinan.
Menumbuhkan sikap ksatria dan sportif.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Outbound